Showing posts with label pakan murai batu. Show all posts
Showing posts with label pakan murai batu. Show all posts

Memelihara burung murai batu



Memilih idukan burung murai batu

Yang paling utama dalam menangkar yaitu cara memilih indukan. Untuk indukan Jantan pilihlah pejantan yang berkwalitas yaitu mempunyai suara keras, tidak cacat fisik mau pun mental. Pejantan harus  berumur minimal 2 tahun,dan juga tidak jinak serta postur body yang ideal. Indukan betina pilih juga yang berkwalitas karna inti juga dalam turunan yang bagus. Pilih indukan betina yang mempunyai suara yang bagus dan keras,tidak cacat fisik mau pun mental, body baik dan harus berumur minimal 1 tahun.

Proses Penjodohan

Salah satu proses yang paling rumit dalam beternak murai batu adalah proses penjodohan,karena calon induk jantan dan betina yang sepertinya terlihat sudah berjodoh, bisa saja saling membunuh ketika disatukan dalam kandang penangkaran. menjodohkan murai pertama burung murai batu betina terlebih dulu kita masukan dalam kandang penangkaran agar cepat beradaptasi dengan lokasi kandang tersebut.

Setelah murai betina beradaptasi dengan kandang penangkaran tersebut, masukan murai jantan  ke kandang penangkaran dengan sangkar kecil terlebih dahulu selama satu minggu.biarkan keduanya saling mengenal satu sama lainnya. Kemudian setelah dua minggu kemudian murai jantan dilepas dari sangkar kecilnya ke kandang penangkaran.

Memberi pakan burung murai batu

Tempat makan dan minum selalu disediakan guna memberikan makan burung dengan ukuran 10 cm x 10 cm dan untuk minum ukurannya agak besar. Tempat sarang disediakan lebih dari satu. Ukuran tempat sarangnya 20 cm x 20 cm x 30cm. Berikan yang tempat mandi yang luas.

Pemberian pakan murai batu waktu penangkaran harus memperhatikan pakan alami, berupa serangga seperti jangkrik, cacing, ulat hongkong serta telur semut rangrang. Saat burung sudah dimasukan kandang ternak pakan alami sebaiknya selalu tersedia lebih dari 2-3 jenis makanan. Burung murai batu  ini juga membutuhkan kandungan vitamin, karbihidrat, protein, mineral yang tersedia dari pakan yang diberikan sehingga merangsang hormon birahi baik pejantan maupun betina. Pemberian tambahan pakan seperti voer juga harus disediakan agar  tepakan selalu tesedia.